Advertisement
CIANJUR 7 MENITUPDATE // Suasana ceria kembali terdengar di Sekolah Dasar Negeri Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Seluruh peserta didik resmi kembali mengikuti pembelajaran tatap muka pada Kamis, 10 September 2026, setelah tiga hari belajar dari rumah akibat dampak debu vulkanik erupsi Gunung Krakatau.
Kegiatan belajar mengajar secara langsung kembali digelar setelah kondisi lingkungan dinyatakan aman dan sesuai arahan Bupati Cianjur yang sebelumnya memperpanjang sistem pembelajaran jarak jauh sebagai langkah antisipasi.
Kepala SD Sukajadi, Ai Warnelis, S.Pd.Sd., M.M., mengatakan penerapan pembelajaran daring selama tiga hari merupakan langkah tepat untuk melindungi kesehatan siswa.
"Selama masa daring, proses belajar tetap berjalan teratur. Guru menyampaikan materi melalui pemberian tugas ke wali murid, siaran televisi pendidikan, hingga pertemuan virtual via Zoom. Setiap perkembangan kami laporkan rutin ke Dinas Pendidikan," jelasnya.
Ai Warnelis juga mengaku merindukan suasana sekolah yang ramai.
"Selama tiga hari itu sekolah terasa sepi sekali. Kami sangat merindukan kehadiran anak-anak," ungkapnya.
Meskipun lingkungan sekolah sempat tertutup debu, para guru tetap hadir setiap hari. Selain mengajar daring, mereka juga bahu-membahu membersihkan kelas dan halaman agar segera layak digunakan.
Hingga saat ini tidak ada siswa maupun guru yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat peristiwa tersebut.
Ddn (Ule)