Iklan

Selasa, 22 September 2026, September 22, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-22T14:04:20Z
Ragam Daerah

Purna Tugas Setelah 10 Tahun Mengabdi, H. Hilman Saukani Tinggalkan Legacy Transparansi di BAZNAS Cianjur

Advertisement
CIANJUR, 7menitupdate // Penghujung September 2026 menjadi penanda berakhirnya sebuah pengabdian panjang. H. Hilman Saukani, M.Pd., resmi menuntaskan tugasnya sebagai Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur. Ia memutuskan untuk tidak kembali mencalonkan diri pada periode selanjutnya, setelah dua periode berturut-turut mengabdi sejak 2015 hingga 2026.

Keputusan tersebut bukan akhir yang tiba-tiba. Dua periode adalah batas maksimal pengabdian yang telah ia tunaikan dengan penuh tanggung jawab. Selama satu dekade, nama Hilman Saukani lekat dengan transformasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Cianjur yang kian modern dan terpercaya.

Banyak pihak menilai, Hilman adalah sosok kunci di balik perubahan wajah BAZNAS Cianjur. Di bawah kepemimpinannya bersama pimpinan lain, pengelolaan dana ZIS tidak lagi sekadar urusan pengumpulan dan penyaluran, melainkan telah bertransformasi menjadi sistem tata kelola yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.

Prinsip yang ia pegang teguh adalah koridor Tiga Aman yang menjadi pilar utama BAZNAS secara nasional. Yakni Aman Syar'i, memastikan setiap pengelolaan sesuai syariat Islam; Aman Regulasi, taat pada peraturan perundang-undangan; dan Aman NKRI, sebagai wujud komitmen memperkuat persatuan dan pembangunan bangsa melalui dana umat.

Jejak pengabdiannya pun sangat jelas secara struktural. Pada periode pertama (2015-2017), ia diamanahi sebagai Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Cianjur. Kepercayaan itu berlanjut pada periode kedua (2018-2026) sebagai Wakil Ketua IV. Rentang waktu tersebut menjadi bukti nyata kepercayaan lembaga atas integritas dan kapasitasnya sebagai seorang pendidik yang terjun di dunia filantropi Islam.

Di tengah kompleksitas tugas mengelola dana umat, Hilman justru memegang prinsip kerja yang sederhana namun mendalam: kerjakan apa yang bisa dikerjakan. Prinsip ini menjadi napas dalam setiap program yang ia jalankan. Tidak muluk-muluk dengan jargon, melainkan fokus pada eksekusi yang tuntas dan bermanfaat langsung bagi mustahik.

Sosoknya dikenal tidak banyak bicara, namun kaya aksi nyata. Bagi Hilman, amanah adalah beban moral yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Allah SWT. Sekecil apapun tugas yang diberikan, ia tuntaskan dengan kesungguhan hati.

Hal lain yang membuat Hilman begitu dihormati adalah kedekatannya dengan insan pers. Sebagai seorang pendidik, ia memahami betul pentingnya komunikasi dan edukasi publik. Pintu ruang kerjanya selalu terbuka bagi para jurnalis, akses informasi dipermudah, dan narasi kebaikan BAZNAS disampaikan dengan bahasa yang lugas.
Kedekatan itu diakui oleh kalangan wartawan senior. Menurut Wawan Kusmiran, wartawan senior PWI Kabupaten Cianjur, Hilman memandang jurnalis bukan sekadar peliput, melainkan mitra strategis dalam dakwah zakat.

Kini, setelah 10 tahun mengabdi, Hilman Saukani memilih kembali ke habitat aslinya sebagai pendidik. Namun warisan sistem yang transparan, budaya kerja yang tulus, dan jembatan komunikasi yang baik dengan masyarakat telah ia tinggalkan sebagai fondasi kokoh bagi BAZNAS Cianjur di masa depan.

Pada akhirnya, pengabdian Hilman Saukani membuktikan satu hal: untuk memberi makna, tidak selalu dibutuhkan slogan besar. Cukup dengan kerja yang tulus, konsistensi dalam menjaga amanah, dan komunikasi yang baik, maka sebuah pengabdian akan dikenang dan manfaatnya akan terus dirasakan oleh umat.