Advertisement
CIANJUR, 7menitupdate // Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah cepat untuk melindungi peserta didik dari dampak paparan abu vulkanik yang melanda sejumlah wilayah.
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, meminta jajaran pendidikan untuk memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar. Sebagai solusi, pihak sekolah kini diberikan kewenangan untuk menerapkan sistem pembelajaran dalam jaringan atau daring.
Kebijakan ini diputuskan setelah Bupati berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur serta para kepala sekolah, khususnya yang mengelola lembaga pendidikan di wilayah dengan intensitas sebaran abu vulkanik tinggi.
Menyadari kondisi setiap kecamatan dan desa yang berbeda, kewenangan penuh diberikan kepada pihak sekolah untuk mengevaluasi dan memutuskan metode belajar yang paling aman.
"Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur dan para kepala sekolah, khususnya yang berada di wilayah dengan intensitas abu vulkanik tinggi. Saya memberikan ruang untuk mengambil keputusan pembelajaran online atau daring atau jarak jauh dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan," ujar Bupati.
Langkah strategis ini diambil agar kegiatan pendidikan di Kabupaten Cianjur tetap berjalan optimal, tanpa mengabaikan kondisi lingkungan serta keamanan siswa dan tenaga pendidik.
Pemkab Cianjur juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan abu vulkanik.
Ddn (Ule)