Iklan

Senin, 24 Agustus 2026, Agustus 24, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-24T00:30:33Z
Peristiwa

LIMA JAM LAWAN API, APARAT GABUNGAN SELAMATKAN GBI NEHEMIA DARI AMUKAN SI JAGO MERAH

Advertisement
CIANJUR, 7 MENIT UPDATE //Puluhan personel gabungan mempertaruhkan keselamatan saat berjuang memadamkan kebakaran Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nehemia di Jalan Muhammad Ali, Cianjur. Selama hampir lima jam, kobaran api di lantai 2 dan 3 berhasil dijinakkan dan proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu (23/8/2026).

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi yang turun langsung ke lokasi mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat.  
"Cianjur hadir sebagai sebuah keluarga. Semuanya hadir untuk menolong warga masyarakat Cianjur yang sedang berkesusahan," kata Alexander.

Api Muncul Saat Persiapan Ibadah
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 16.15 WIB, saat pihak gereja tengah bersiap menggelar ibadah pukul 17.00 WIB.  
Informasi awal menyebutkan api diduga muncul setelah AC dinyalakan, lalu muncul percikan, asap, dan bau sebelum akhirnya membesar dan melalap lantai 2 dan 3.  
Namun Kapolres menegaskan penyebab pasti masih dalam penyelidikan.  
"Yang nanti akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor, apakah kebakaran karena faktor teknis, atau penyebab lainnya," ujarnya.

12 Armada Dikerahkan, Petugas Bertaruh Nyawa
Besarnya api dan lokasi di kawasan padat membuat proses pemadaman tidak mudah. Arus lalu lintas sempat macet, namun tidak menyurutkan petugas.  
Damkar, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, pemerintah daerah hingga jemaat bahu-membahu di lapangan.

"Dari Damkar jelas seluruh personelnya tadi, mohon maaf, rela bertaruh nyawa, masuk ke dalam. Ini semua demi Cianjur," tegas Alexander.

Sebanyak 12 armada utama dikerahkan. Rinciannya: Yonif Raider 300 tiga unit, Kodim 0608 satu unit, Damkar delapan unit. Polres Cianjur juga menurunkan dua water cannon. Bantuan air tambahan datang dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Perumdam.
Setelah api padam, petugas melanjutkan pendinginan, overhaul, dan pencarian titik api agar tidak menyala kembali. Proses seluruhnya rampung pukul 21.00 WIB.

Alexander Kapolres Cianjur memastikan tidak ada korban jiwa. Namun beberapa petugas mengalami sesak napas dan luka ringan akibat asap dan panas.  
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau ada yang luka, sesak napas itu karena petugas yang rela berkorban dengan risiko sangat besar," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat. "Walaupun seragam kita beda-beda, semuanya warga masyarakat Cianjur," ujarnya.

Usai pemadaman, lokasi disterilkan dengan police line. Kapolres mengimbau warga tidak menerobos demi keselamatan dan kelancaran penyelidikan. Garis polisi akan dibuka setelah tim selesai melakukan pemeriksaan.  
Kerugian material masih dalam pendataan.

Di balik musibah ini, terlihat jelas solidaritas Cianjur. Lima jam penuh, aparat gabungan dan masyarakat satu barisan, bertaruh tenaga dan nyawa agar api tidak memakan korban lebih besar.

D'Ule