Iklan

Sabtu, 28 Maret 2026, Maret 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-28T00:25:28Z
Ragam

Kodim 0608/Cianjur Klarifikasi Kedua Pelaku Bukan Anggotan TNI

Advertisement
CIANJUR - Informasi terkait pengerebegan seperti perampok tanpa ijin, ngaku Mabes TNI yang viral di Cianjur dipastikan tidak benar. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kecamatan Cianjur, Jumat (27/3/2026).

Kepala Staf Kodim 06/08 Cianjur,  U. Rohmat mengatakan, untuk memperivikasi terkait kejadian yang sempat piral di Media Sosial (Medsos) stietmen yang membawa dua nama anggota TNI dalam pengerebekan rumah tanpa ijin itu hal bohong alias hoaxx.

Setelah mendalami hal tersebut itu bukan dari anggota TNI, orang Sipil dan dari Komando Cadangan (Komcad) mengunakan barang senjata tajam yang digunakan menodongkan pistol, itu pistolnya adalah pistol mainan.

Beralamat tempat kejadian di Kampung Pataruman, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat. 

Pelaku dua tersangka yang satu sudah diamankan di Polres Cianjur, atas nama DG, yang satunya lagi dalam pengejaran Dpo, dengan modus tersebut itu adalah secara gadai mengadai kendaraan unit mobil.

Dengan dalih harus ditebus kendaraan tersebut, namun kendaraan sudah tidak ada ditempat, itu sudah di pindah tangankan ke orang lain

Dalam targetnya ia sangat memberanikan diri, karna ia terdorong merasa sebagai (Komcad) Komandan Cadangan dan sehari-harinya bergaul dengan Purna Wirawan jadi merasa berani.

Klarifikasi Kodim 0608/Cianjur 

Kodim 0608/Cianjur memastikan kedua pelaku bukan anggota TNI melainkan warga sipil,salah satunya merupakan oknum Komcad,dan tindakannya bersifat pribadi tanpa kaitan dengan dinas senjata yang mereka bawa bukan senja asli melainkan airsoft gun atau pistol mainan yang digunakan untuk menakut- nakuti korban.Pihak kodim menyatakan informasi yang menyebut pelaku sebagai anggota TNI adalah hoaks.

Camat Cianjur Syarifudin menambahkan, terkait dengan berita piralnya dimedsos soal mengaku-ngaku aparat dari TNI, kami menghimbau jangan mudah percaya begitu saja. Walaupun postur tubuh seperti aparatur TNI, jika menemukan harus berkordinasi dan melamporkan dulu dengan tingkat RT/RW dan pemerintahan setempat

Karna di kewilayahan tersebut ada keamanan baik Babinsa maupun babinkantibmas dengan mengecek dalam kebenarannya. Sehingga tiada lagi di Kewilayahan Kecamatan Cianjur yang terjadi lagi hal yang demikian.(Le)